Kamis, 02 Maret 2017

AIR ALKALI DAPAT MENCEGAH KANKER

Dalam tubuh manusia dipastikan memiliki sel kanker, sel kanker ini tumbuh jika tubuh kita dalam kedaan sangat asam.

Menurut data WHO tahun 2014, 15 jenis kanker menjadi penyebab kematian utama dari 50 penyakit berat di Indonesia. Kanker merupakan penyakit yang sangat ditakuti oleh masyarakat. Banyak sekali orang yang takut terkena kanker dibandingkan terkena penyakit jantung dan penyakit berat lainya, juga lebih efektif bila kanker dicegah sedini mungkin. 
Pengelolaan kanker, apabila ditemukan di stadium lanjut, masih belum memberikan hasil yang memuaskan. Berbagai teori berkembang mengenai bagaimana kanker bisa muncul di tubuh manusia. Salah satunya adalah peran penting dari radikal bebas pada patogenesis dari penyakit yang mematikan ini.

Radikal bebas adalah senyawa kimia yang sangat reaktif yang berpotensi merusak sel, mulai membran sel, protein di dalam sel, hingga kerusakan pada DNA(materi genetik) di inti sel tubuh manusia. Kersakan di tingkat DNA ini berpotensi menyebabkan timbulnya berbagai jenis kanker maupun penyakit berat lainya. 

Sumber dari radikal bebas sangat banyak dan bergam, mulai pestisida pada beras dan produk pertanian lain, pengawet makanan, alkohol, asap rokok, polusi udara dan masih banyak lagi. Dalam hubunganya dengan radikal bebas kita mengenal apa yang disebut dengan antioksidan. 

Antioksidan adalah senyawa kimia yang berinteraksi dan mampu menetralisir radikal bebas, sehingga mencegah kerusakan yang ditimbulkanya. Sebenarnya tubuh kita memproduksi antioksidan endogen dalam jumlah kecil, namun pada umumnya tidak cukup untuk menetralisir radikal bebas yang masuk ke tubuh kita setiap harinya. Karena itu, kita bergantung pada antioksidan eksternal dari diet, seperti sayuran, buah-buahan atau berbagai suplemen antioksidan.

AIR ALKALI DALAM PENCEGAHAN KANKER

Air alkali(alkaline water), yang memiliki pH sedikit lebi tinggi(lebih basa) dari air yang biasa kita minum, banyak terdapat di alam dan disebut sebagai Natural Reduced Water. Air-air alami ini seperti air Zam-zam di Mekah, Hita Tenryosui di Jepang, air Nordenau di Jerman dan sebagainya terbukti secara ilmiah mempunyai banyak sekali manfaat untuk kesehatan. Untuk memperoleh manfaat jangka panjang dari air alkali, di dekade 1960-an para ilmuan Jepang membuat suatu mesin yang dapat memproduksi air alkali melalui proses elektrolisis. Air alkali yang dihasilkanya disebut juga sebagai Elektrolyzed Reduced Water (ERW). Melalui proses ini dihasilkan air denga ion hidrogen dalam jumlah melimpah, sehingga dikenal juga Hydrogen Rich Water (HRW). Ion hidrogen dalam air alkali mempunya banyak fungsi yang bermanfaat bagi kesehatan, mulai dari anti alergi, anti radang, antiapoptosis,dan termasuk juga antioksidan. 

INOVASI KESEHATAN PALING MUTAKHIR adalah minum cairan yang terionisasi, yang dibuat menjadi lebih basa melalui elektrolisis dan diminum secara teratur. Yang menarik adalah kadar antioksidan dalam cairan ini sangat sangat tinggi. Pakar teknologi terkemuka di Amerika, Ray Kurzwell, penerima berulangkali penghargaan teknologi tertinggi National Medal of Technology dari para presiden AS mengatakan, << Hal terpenting yang dimiliki air alkali yang diproduksi mesin khusus adalah Potensial Oksidasi Reduksi (ORP) yang tinggi, yang memiliki kemampuan menetralisir radikal bebas >>.
Mengkonsumsi air yang tepat sangat vital dalam proses detoksifikasi dan merupakan salah satu terapi kesehatan yang paling efektif. Banyak sekali penelitian yang menunjukkan bahwa air alkali memiliki efek antioksidan yang signifikan, karena efeknya yang mampu menetralisir radikal bebas.

Banyak pakar kesehatan yang mendorong konsumsi air alkali setiap hari, untuk mencegah terjadinya kanker di kemudian hari. Dr. Kelichi Morishita, dalam bukunya ^ The Hidden Truth of Cancer^ menulis , * Minum air yang memiliki pH alkali, akan membantu mencegah terjadinya kanker *.

Di banyak negara di Asia air alkali secara teratur diberikan kepada para pasien, dan dianggap sebagai bagian dari terapi reguler.

 
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar